Kepemimpinan Administrasi

Selasa, 16 Oktober 2012 - Diposkan oleh izudinjosep@gmail.com di 01.31
KEPEMIMPINAN ADMINISTRASI
Oleh : SUTOMO
Apa  Kepemimpinan Itu?
Vroom (Chowdhori, 2005:86-87) kepemimpinan adalah suatu proses pengaruh yang tidak bersifat memaksa, yang menghasilkan penerimaan pada sebagian anggota organisasi untuk melaksanakan tindakan yang memberi kontribusi bagi efektivitas organisasi.

Istilah kepemimpinan itu sendiri mengandung tiga unsur
-pelaksanaan kepemimpinan pasti memerlukan pengaruh;
-penggunaan pengaruh  tersebut disengaja untuk menimbulkan tindakan,  lebih bersifat sukarela ketimbang dipaksakan;
-tindakan pengikut diarahkan pada pencapaian tujuan.

siapakah sebenarnya pemimpin itu ? sebab adanya tiga istilah, yakni ketua, pemimpin, kepala dan manajer

Karakteristik Manajer dan Pemimpin
manager
Administer
Maintain
Control
Have a short-term view
Ask how and when
Imitate
Accept the status-quo

Leader
Innovate
Develop
Inspire
Have a long-term view
Ask what and why
Originate
Challenge it (status quo)

PERBEDAAN PEMIMPIN DAN KEPALA
Pamudji (1982:63)
- Seorang kepala diangkat oleh kekuasaan atau instansi tertentu, biasanya dengan satu surat keputusan dan telah diatur pula tugas, wewenang dan tanggung jawabnya, sedangkan seorang pemimpin dipilih oleh pengikut atau diangkat oleh suatu kekuasaan akan tetapi disertai penerimaan baik dan pengukuhan oleh pengikut.
- Seorang kepala lebih mengandalkan kekuasaan yang berasal dari atau berdasarkan pada kekuatan peraturan-peraturan serta kekuatan atasannya, sedangkan seorang pemimpin lebih mengandalkan kewibawaan yang berlandaskan pada kepercayaan para pengikut terhadapnya.
- Seorang kepala bertindak sebagai penguasa, sedangkan seorang pemimpin berperan sebagai pencetus ide-ide organisasi, penggerak, pengarah dan koordinator.
- Seorang kepala bertanggungjawab terhadap atasannya dan pihak ketiga akan tetapi tidak bertanggungjawab terhadap anak buahnya, sedangkan seorang pemimpin selain bertanggungjawab terhadap atasan dan pihak ketiga harus bertangjawab pula terhadap pengikutnya.
- Seorang kepala senantiasa merupakan bagian dari satu organisasi di samping anak buahnya, sedangkan seorang pemimpin adalah bagian dari pengikut atau anak buahnya yang menerima baik dan mengakuinya.
- Perbedaan yang mencolok antara kepala dan pemimpin adalah terletak pada modal pengaruh untuk mempengaruhi kegiatan dan tindakan  para pengikut atau bawahan dalam mencapai sasaran dan tujuan organisasi.
- Luthans (2006:482) pengaruh didefinisikan sebagai kemampuan untuk mengubah orang lain.
- Berdasar pengertian tersebut, modal pengaruh bagi seorang kepala lebih banyak mengandalkan otoritas yang ia terima, yakni hak untuk memanipulasi atau mengubah orang lain. Sedangkan seorang pemimpin lebih mengandalkan kekuasaan yang ada pada dirinya. Kekuasaan didefinisikan sebagai kemampuan untuk melakukan sesuatu yang membuat orang berubah.

- Frase kalimat “mengubah orang lain” mengandung arti bahwa seorang kepala untuk mempengaruhi bawahan dapat menggunakan kewenangannya  untuk mengubah kerangka pikir,  aktivitas, dan tindakannya.
- Frase kalimat “membuat orang berubah”. pada definisi pemimpin, mengandung makna bahwa orang lain (bawahan) tersebut   secara sadar dan suka rela merubah kerangka pikir, aktivitas dan tindakannya dalam organisasi atau sistem sosial sebagai hasil dari proses pengaruh dari seorang pemimpin yang mampu menemukan titik temu nilai-nilai bersama.
- Oleh karenanya, seorang kepala yang berkehendak untuk menjadi pemimpin ditantang untuk beraktualisasi dalam dirinya untuk menghasilkan seni yang menggerakkan bawahan, yang dapat berbentuk gagasan inspirasional, kualitas tindakannya, dan kemampuan  komunikasinya.

- Burn (Saefullah, (2007:226-227) mengatakan bahwa Seorang kepala dapat menjadi seorang pemimpin dengan mempraktekkan cara-cara persuasif  yang dapat dilakukan dengan konsep moral leadership yang mempunyai tiga karakteristik penting.
-,Pertama, pemimpin dalam mempengaruhi orang-orang bukan hanya didasarkan pada power atau kekuatan tetapi juga pada kepentingan bersama, aspirasi dan nilai-nilai.
-,Kedua, orang-orang yang dipimpinnya memahami dengan baik pemimpin pilihannya serta program-program yang diajukannya.
-,Ketiga, pemimpin yang terpilih mempunyai komitmen kuat dan tanggung jawab yang tinggi.


- Manfaat tindakan dari pengikut yang disebabkan oleh proses “membuat orang berubah” tidak hanya berkontribusi pada pencapaian tujuan organisasi, tetapi bisa lebih dari itu, yakni adanya pengembangan keorganisasian dan memberi makna bagi pengikut/bawahan, misalnya lebih bersemangat dalam menjalankan peran keorganisasian, yang dapat saja karena proses pengaruh tersebut mengisi harapan atau  nilai  sehingga merasa lebih bermakna dan lebih menghayati atas penyelesaian tugasnya.

- Bennis dan Nanus (2006:67) mengisi harapan dan nilai dapat digambarkan dalam bentuk : mereka menikmati pekerjaan mereka; pekerjaan tersebut memuaskan kebutuhan dasar dan motif mereka. Dan akhirnya, mereka bangga terhadap hasil kerja mereka; hasil kerja tersebut mencerminkan sistem  nilai mereka.
- Tetapi nilai bagi seorang kapala adalah  lebih menekankan pada tujuan yang dapat dipertanggungjawabkan kepada atasannya dan pihak ketiga.



Sarana Pemimpin untuk dapat mengefektifkan  peranannya adalah:
-,Kewenangan formal = kekuasaan formal.
Kekuasaan adalah hak untuk memerintah bawahan dan mengecek apa hasil dari perintah tersebut. Bagaimana kekuasaan itu dipraktekkan tergantung pada persepsi pemimpin itu sendiri terhadap kemampuan bawahannya, sehingga bisa otoriter hingga demokratis, perintah hingga delegasi. Yang perlu dipertimbangkan adalah rentang kendali.
-,Pengetahuan sebagai modal dalam proses pengambilan keputusan. Pengetahuan tentang apa ?
-,Ganjaran  dan hukuman. ganjaran dpt berupa pujian, penghargaan, pemberian fasilitas, pemberian prioritas karena pertimbangan brasional, insentif dll. Hukuman dan sangsi juga harus mempertimbangkan sistemnya, tepat dan adil.
-,Kumunikasi. Alat pengikat semua sub sistem dari sistem administrasi yang dipimpin. Komunikasi menjadi pengikat fungsi manajemen yang menjadi tangung jawab pemimpin organisasi.

-,oleh karena itu, komunikasi seorang pemimpin perlu mempertimbangkan :
Masalah apa yang sedang dihadapi.
Apa kebijaksanaan pimpinan dalam mengahadapi masalah
Bagaimana kedudukan setiap orang dalam situasi semacam itu.
Apa peranan setiapn orang di dalamnya.
Sejauh mana prestasi yang telah dicapai dalam menangani masalah tersebut din masa lalu, dan bagaimana dikelola ke depannya. 

-,Perintah dan laporan, merupakan permintaan pimpinan terhadap angota organisasi apa yang harus atau tidak boleh dilakukan. Laporan merupakan penyampaian informasi tentang hasil apa yang telah dikerjakan dari suatu perintah.

-Bagaimana Pemimpin Memanfaatkan Anggotanya

Teori  X tentang Asumsi  manusia
- Bahwa pada kebanyakan manusia melekat ketidaksenangan akan pekerjaan, dan bila mungkin mereka mau menghindar
- Karena sifat manusia yang tidak menyukai pekerjaan itu, menyebabkan menusia harus dipaksa, diawasi, dipimpin, dan diperlakukan terhadapnya ancaman atau hukuman agar mereka mau melaksanakan usaha yang tepat ke arah pencapaian tujuan
- Rata rata manusia suka dipimpin, ingin menghindar tanggung jawab
- mempunyai semangat yang kecil
- Selalu ingin selamat dalam segala hal

Teori Y tentang Asumsi Manusia
- Uasaha fisik maupun mental manusia dalam melaksanakan pekerjaan  sama saja halnya dengan pada waktu mereka bermain atau beristirahat/santai
- Manusia akan memimpin  dirinya sendiri dan megendalikan diri sendiri dalam mencapai tujuan dimana ia terlibat.
- Keterlibatan terhadap sasaran merupakan fungsi dari ganjaran yang dihubungkan dengan hasil kerjanya
- Umumnya manusia memahami bahwa dalam keadaan layak, mereka bukan hanya menerima, bahkan mencari tangungjawab.
- Adanya kemampuan menerapkan imajinasi yang relatif tingi tingkatannya pada hampir seluruh angggota, hingga timbul prakarsa didalam memecahkan masalah organisiasi.
Dan berani mennanggung resiko


PERAN PEMIMPIN DALAM ADMINISTRASI
-,Menganalisis  aktivitas-aktivitas dari para  pemimpin pada  organisasi yang efektif.
-,Fokus  analisis adalah menetapkan tanggung jawab dan tugas apa yang harus dilaksanakan, tanpa memperhatikan siapa yang memegang posisi. Sehingga teridentifikasinya uraian tugas pemimpin secara umum (job description) 
-,Tujuan untuk memodifikasi arti dari aktivitas-aktivitas yang diamati  dan untuk mengidentifikasi persyaratan perilaku bagi kinerja yang efektif dari pekerjaan pemimpin.  

10 Peran Pemimpin/Manajer Versi MINTZBERG (1973) 
-Peran Interpersonal
-,Figurhead Role. Peran simbolik dari seorang pemimpin dihadapkan dengan aktivitas-aktivitas seremonial  ketika dengan eksternal (pertemuan dengan tamu, tasyakuran reputasi kinerja dsb).
-,Peran sebagai pemimpin yang mengendalikan, mengkoordinasi dan mengintegrasi aktivitas bawahan untuk pada pencapaian tujuan.
-,Peran sebagai penghubung. Menetapkan dan mempertahankan sebuah jaringan hubungan dengan para individu atau klompok yang berada di luar organisasi. Inti dari peran penghubunga adalah untuk mendapatkan dukungan eksternal dan sumber daya  lingkungan.
  
-Peran Informasi
-,Peran sebagai pemantau. Pemimpin mencari informasi dari eksternal dan internal, kemudian menganalisis untuk menemukan masalah-masalah dan peluang-peluang, dan mengembangkan pengertian peristiwa luar serta mencari nilai manfaat untuk proses-proses internal dari organisasi yang dipimpin.
-,Peran sebagai dessiminator (pembagi informasi), Peran ini berkaitan representasi pemimpin dalam organisasi yang memperoleh informasi dari luar, yang tidak bisa bawahan memperolehnya. Informasi tsb kemudian diteruskann kepada bawahan dalam bentuk aslinya, setelah diintterpretasi dan disunting
-,Peran sebagai  juru  bicara dengan pihak luar. Pemimpin sebagai lobbyist  dan  public relation representattive.

-Peran Pengambil Keputusan
-,Peran sebagai entrepeneur. Pemrakarsa dan perancang perubahan yan terencana untuk memanfaatkan peluang untuk keberhasilan organisasi.
-,Peran sebagai penanganan kerusuhan (disturbance handler). Penanganan kerusuhan dan problem solving ini diakibatkan adanya peristiwa di luar dugaan, konflik, kehilangan bawahan yang penting, pemogokan dll.
-,Peran sebagai pembagi sumber daya (resource allocator). sumber daya tsb tidak hanya yang tangible tapi juga yang intangible . Hal tersebut mempunyai nilai penting karena sebagai instrumen bagi pemimpin untuk mengendalikan strategi organisasi dan bertindak  sebagai koordinator dan pengintegrasi tindakann bawahan.

Sumber Daya Intangible
,,Keputusan pemimpin apa yang akan dilaksanakan,
,,Kewenangan pemimpin untuk mensahkan keputusan atau kreativitas yang diambil bawahan,
,,Cara untuk menyiapkan anggaran.
,,Alokasi waktu dan kesediaannya untuk bertemu bawahan. 

-Peran sebagai perunding. Perundingan dengan pegawai dan calon pegawai, pemasok internal dan eksternal.
Stewart (1982) Menjelaskan jenis pekerjaan pemimpin/manajer yang berbeda dan untuk memahami cara para aktor tersebut melakukannya. Jadi disini yang diidentifikasi adalah persyaratan perannya yang unik bagi posisi kepemimpinan:
-,Permintaan adalah apa yang harus dilakukan orang yang memegang pekerjaan atau ia mengambil resiko menerima sangsi atau kehilangan posisi. Permintaan mencakup standar, sasaran, dan batas waktu pekerjaan harus diselesaikan. Tetapi ada juga permintaan yang dipersyaratkan oleh boss-nya  
-,Hambatan adalah karakteristik organisasi dan lingkungan eksternal yang membatasi apa yang dapat dilakukan oleh seorang pimpinan. Mencakup aturan dari atasnya, aturan birokratik internal, aturan asuransi dalam segala bentuknya. Dan aturan penggunanaan sumber daya internal.
-,Pilihan adalah kegiatan yang dapat dilakukan oleh seorang manajer/pemimpin sehubungan adanya permintaan dan hambatan. Tergantung pada kemampuan untuk mengidentifikasi  beberapa peluang  untuk memodifikasi permintaan dan untuk memindahkan atau menghindari hambatan sehingga diperoleh  pilihan-pilihan (ingat SWOT)  

Pendekatan Traits (Sifat Genetik Calon Seorang Pemimpin)
Apa  pemimpin itu berkah atau  dibentuk?

EFEKTIVITAS KEPEMIMPINAN
Pada dasarnya pembahasan efektivitas kepemimpinan  akan  mengungkapkan tentang kajian :
-Ukuran  apa yang patut untuk mengukur  pengaruh dari seorang pemimpin.
-Apa  tindakan dari seorang pemimpin sehingga mampu mempengaruhi  perilaku bawahannya.
-Dalam ruang lingkup atau wilayah mana  kedua poin di atas  layak untuk digunakan.   

ALAT UKUR
-Alat ukur dalam efektivitas kepemimpinan sangat tergantung pada pendefinisian tentang kepemimpinan yang digunakan oleh si evaluator/peneliti, karena pendefinisian tersebut berpengaruh terhadap  obyek dan focus penelitian.
-ukuran yang biasanya digunakan mengenai efektivitas pemimpin adalah sejauhmana unit organisasi atau organisasi dari pemimpin tersebut melaksanakan tugasnya, sasaran dan mencapai tujuan-tujuannya.

Unit organisasi dan organisasi merupakan dua hal yang berbeda tapi masih dalam sebagai system, tetapi pengukuran efektivitas kepemimpinan berbeda cakupannya.
-Pada sisi out put, Pengukuran efektivitas pemimpin dari suatu unit kerja dapat diukur dari dengan kinerja atau pencapaian unitnya, dan biasanya dapat diketahui dengan relative mudah dengan mempelajari dokumen yang ada yang memuat target dan pencapaian target.
-Pada sisi proses, pengukuran ini lebih focus pada pembahasan proses-proses dalam transformasi input ke out put sehingga yang digunakan adalah perilaku bawahan dalam melaksanakan kerjaannya,

Misalnya :
-Komitmen dari pengikut terhadap sasaran-sasaran kelompok.
-Kesejahteraan psikologis dan pengembangan kemampuan para pengikut.
-Frekuensi pengaduan pengikut kepada atasan yang lebih tinggi.
-Ada tidaknya permohonan untuk mengajukan pindah ke unit lain.
-Dsb , coba anda eksplorasi.

jadi pengukuran unit kerja/kelompok atau bagian dalam organisasi lebih focus pada kreteria yang berkaitan dengan efisiensi internal tugas (kuantitas dan kualitas (proses)  serta hubungan-hubungannya (kerja sama internal)    


PENGUKURAN EFEKTIVITAS PADA TINGKAT  ORGANOISASI
Level pengukuran efektivitas pemimpin pada tingkat organisasi dapat dengan menggunakan :
Pada sisi out put:
-Perkembangan kinerja organisasi.
-Bagaimana sikap dan tindakan nyata para stakeholders terhadap kinerja organisasi itu sendiri, menmgingat hampir atau jarang kita ketemukan bahwa organisasi adalah self service atau system tertutup.

Pada sisi proses:
-Kesiapsediaan pemimpin dan bawahan untuk menanggapi tantangan-tantangan atau krisis.
-Daya adaptasi bawahan dalam perubahan lingkungan karena adanya kompetisi dalam memperoleh sumber daya organisasi yang berada di luar organisasi. Jadi  fungsi kepenmimpinan yang esensial adalah untuk membantu organisasi menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan mempertahankan suatu rasio masukan dan keluaran yang menguntungkan.
-Kemampuan menginterpretasikan informasi mengenai lingklungan untuk organisasi.
-Mempengaruhi pihak luar untuk mendapatkan kesan yang menguntungkan tentang organisasi dan produk-produknya.
-Kemampuan melakukan negosiasi yang menguntungkan bagi organisasi.
-Kemampuan memperoleh kerja sama dan dukungan baik direncanakan atau karena lucky dari pihak lain,
-Kemampuan merencanakan dan melakukan perubahan dalam struktur dan aspek-aspek organisasi tp dengan sasaran mampu meningkatkan kinerja organisasi,

Kemampuan adaptasi suatu organisasi dapat dilihat dengan kemampuan mempertahanhan dan meningkatkan efisiensi proses transformasi dengan cara-cara yang lebih rasional dalam mengorganisasi dan melaksanakan pekerjaan-pekerjaan, menggunakan  teknologi yang tersedia dengan sumber daya yang ada. Hal ini berkaitan dengan fungsi dan tangung jawab seorang pemimpin   dari organisASI untuk merancang sebuah struktur organisasi yang cocok, menetapkan hubungan kekuasaan, mengkoordinir operasi-operasi sub unit  orgaisasi.

APA TINDAKAN SEORANG PEMIMPIN UNTUK MEMPENGARUHI BAWAHAN.
Mempertahankan dan meningkatkan tingkat kepuasan bawahan dengan cara :
-Memenuhi harapan-harapan bawahannya baik instrinik maupun ekstrinsik.  
-Menjaga konsistensi  antara kebijakan, tindakan, dan perilakunya.
-Mampu menggambarkan tentang gambaran capaian organisasi (visi) dan membuat keputusan-keputusan yang memuat bagaimana garis besar (misi) dan dengan apa (keputusan tentang target dan teknik operasional). Itu semua tidak harus dilaksanakan oleh seorang pemimpin tetapi pemimpin harus mampu menggali potensi sumber daya dalam organisasi dan mampu memberi  energy pendorong berupa pemikiran  inspirasional kepada bawahannya.   
-Kemampuan memadukan kepentingan internal (misalnya efisiensi) dengan kepentingan eksternal (misalnya, flesibilitas atau adaptasi).   
-Dsb, anda eksplorasi.

KEPEMIMPINAN  ADMINISTRASI
TRAITS APPROACH
Oleh: Abdul Kholiq Azhari

ETIMOLOGI KEPEMIMPINAN
-Berasal dari kata “pimpin” (Bhs Inggris lead) bimbing atau tuntun – ada dua pihak yg dipimpin dan yang memimpin
-Ditambah awalan pe menjadi pemimpin (leader) yakni orang yg mempengaruhi pihak lain melalui proses kewibawaan shg orang lain bertindak sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu
-Ditambah akhiran an menjadi pimpinan yakni orang yang mengepalai. Pimpinan cenderung otokratis sedang pemimpin cenderung lebih demokratis.
-Dengan awalan ke menjadi kepemimpinan (leadership) – kemampuan seseorang dalam mempengaruhi (membujuk) agar melakukan tindakan pencapaian tujuan bersama, sehingga ybs menjadi awal struktur dan pusat proses kelompok

KEPEMIMPINAN PEMERINTAHAN
Obyek forma kepemimpinan pemerintahan adalah hubunganantara pemimpin dengan yang dipimpin
-Yang memimpin adalah pemerintah sedang yang dipimpin adalah rakyatnya sendiri
-Obyek materianya adalah manusia. Teori kepemimpinan pemerintahan sama dengan teknik kepemimpinan scr umum dan hanya lebih berkonotasi kekuasaan disatu pihak dan pelayanan dilain pihak yaitu otokratis, psikologis, sosiologis, suportif, sifat, kemanusiaan, pertukaran, situasional dan kontingensi.
-Kepemimpinan pemerintahan memiliki beberapa metode. Induksi menarik kesimpulan apakah kepemimpinan dilahirkan atau dibentuk. Deduksi – data berbagai gaya yg dipergunakan.

KEPEMIMPINAN PEMERINTAHAN SEBAGAI SENI
-Seni adalah kekuatan pribadi seseorang yg kreatif  ditambah dengan keahlian ybs  dalam menampilkan dalam tugas pekerjaan (personal creative power plus skill in performance)
-Seni yakni kemampuan dan kemahiran (bagaimana seorang pemimpin pemerintahan dg keahliannya mampu menyelenggarakan pemerintahan scr indah. Misal membuat SK yang berpengaruh, menjadikan pekerjaannya sbg teater dan dirinya menjadi dalang  sekaligus wayangnya. Bagaimana ybs menyampaikan kehalusan sastra retorika yg menggugah, shg tercapai penyelenggaraan pemerintahan yang efektif dan efisien.
-Seni memerintah profesi seseorang yg ahli dalam pemerintahan (persuasi, motivatif, komunikasi, menfasilitasi)

TEORI DALAM KEPEMIMPINAN PEMERINTAHAN DI INDOENSIA
-Teori adalah seperangkat konsep, definisi dan proposisi yang saling berkaitan dan menunjukkan gejala-gerjala secara sistematis dengan menentukan  hubungan-hubungan antar variabel- variabel  dg tujuan utk menjelaskandan meramalkan gejala-gejala itu (Komarudin, 1994).
-Praktek kepemimpinan pemerintahan dibimbing oleh teori kepemimpinan pemerintahan.
-Teori memberi pemahaman yg lebih baik ttg bagaimana kompleksitas perilaku para pemimpin pemerintahan berinteraksi yaitu dg menerapkan bagaimana suatu peristiwa dan gejala tertentu terjadi

TEORI KEPEMIMPINAN PEMERINTAHAN INDONESIA
-TEORI OTOKRATIS
-TEORI SIFAT
-TEORI MANUSIAWI
-TEORI PERILAKU PRIBADI
-TEORI LINGKUNGAN
-TEORI SITUASI
-TEORI PERTUKARAN
-TEORI KONTINGENSI

APLIKASI  TEORI KEPEMIMPINAN PEMERINTAHAN
-Teori otokratis adalah bagaimana seorang pimpinan pemerintahan dalam menjalankan tugasnya bekerja tanpa menerima saran dari bawahan
-Teori sifat dalam kepemimpinan pemerintahan adalah teori yg mengatakan bahwa kepemimpinan tercipta dari seseorang berdasarkan sifat-sifat yang dimiliki seseorang tersebut.
-Teori manusiawi dalam kepemimpinan pemerintahan adalah teori yang pemimpoinnya benar-benar merasakan bawahannya sebagai manusia yg dapat dimotivasi kebutuhannya shg menimbulkan kepuasan kerja
-Teori perilaku pribadi dalam kepemimpinan pemerintahan adalah teori dimana pemimpin melakukan pendekatan pada bawahan melalui cara-cara non formal yang tidak resmi.
-Teori lingkungan dalam kepemimpinan pemerintahan : teori yang memperhitungkan ruang dan waktu (pemimpin dapat dibentuk)
-Teori situasi dalam kepemimpinan pemerintahan adalah teori dimana pemimpin menanfaatkan situasi dan kondisi bawahannya dalam kepemimpinannya.

PENDEKATAN SIFAT-SIFAT
-Perilaku individu untuk sebagian ditentukan oleh struktur kepribadian.
-Sifat-sifat tertentu pemimpin : kekuatan fisik, keramahan, intelegensi.
-Pertentangan sifat : pemimpin harus ramah tapi tegas;  suka merenung tapi aktif;   keras hati tapi kooperatif

SIFAT-SIFAT BERKORELASI DENGAN PERILAKU PEMIMPIN
-Ada sifat keribadian berhubungan positif dengan perilaku pemimpin dan mempunyai korelasi tinggi : popularitas, keaslian, adaptabilitas, ambisi, ketekunan, status sosial, satus ekonomi, mampu berkomunikasi
-Seorang pemimpin populer dilingkungannya, banyak inisiatif, kreativitas hasil  asli pemikiran  dan mampu menyesuaikan diri, mempunyai ambisi untuk maju, tekun bekerja  serta mampu berkomunikasi

SIFAT-SIFAT YG BERKORELASI TIDAK TINGGI DENGAN PERILAKU PEMIMPIN
-Sifat-sifat yang berhubungan positif dan berkorelasi tidak tinggi seperti tanggungjawab,integritas, percaya diri, mobilitas, ketrampilan sosial, sifat-sifat fisik, kelancaran berbicara

KEPEMIMPINAN ADA JIKA MEMENUHI PERSYARATAN
-Mempunyai  kekuasaan : kekuatan, otoritas  legalitas – mempengaruhi orang lain untuk berbuat sesuatu
-Memiliki kewibawaan : kelebihan, keunggulan, keutamaan – mampu mempengaruhi atau mengatur orang lain
-Mempunyai kemampuan : daya kesanggupan, kekuatan, kecakapan, ketrampilan, pengetahuan melebihi orang lain

MOTIVASI DAN BAKAT YG MENIMBULKAN KEPEMIMPINAN EFEKTIF
-Penuh inisiatif, energik, ambisi
-Tekun dan proaktif dalam mengejar sasaran
-Mempunyai keinginan memimpin
-Jujur, memiliki integritas tinggi dan dapat dipercaya
-Memiliki rasa percaya diri memikul tanggungjawab
-Kreatif
-Fleksibel

PENGETAHUAN DAN KEAHLIAN YG MENIMBULKAN KEPEMIMPINAN
-Memiliki pengetahuan yg luas
-Memiliki keahlian dalam hubungan antar manusia, membangun jaringan komunikasi, memecahkan masalah, mengambil keputusan, menetapkan sasaran
-Memilik kemampuan kognitif : mengolah informasi, memadukan dan menarik kesimpulan

Reaksi: