TUGAS

Kamis, 18 Oktober 2012 - Diposkan oleh izudinjosep@gmail.com di 00.25


Nama   : Moh. Izzuddin Yusuf
NIM    : 100910201020
Prodi   : Administrasi Negara
MK      : Teori Organisasi dan Birokrasi

UKMF LIMAS (Lembaga Ilmiah Mahasiswa Sospol
Organisasi merupakan kesatuan yang dikoordinasikan secara sadar, yang bekerja atas dasar yang secara terus manerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan. Dikoordinasikan dengan sadar mengandung pengertian manajemen, kesatuan sosial berarti bahwa unit itu terdiri dari orang atau kelompok orang yang berinteraksi satu sama lain. Pola interaksi yang diikuti orang di dalam sebuah orgaanisasi tidak begitu saja timbul, melainkan telah dipikirkan lebih dahulu. Karena organisasi merupakan kesatuan sosial, maka pola interaksi para anggotanya harus diseimbangkan dan diselaraskan untuk meminimalkan keberlebihan.
Orang-orang dalam organisasi mempunyai suatu keterikatan yang terus menerus. Rasa keterikatan bukan berarti keanggotaan seumur hidup, melainkan menghadapi perubahan yang konstan di dalam keanggotaan mereka, meskipun pada saat mereka menjadi anggota, orang-orang dalam organisasi berpartisipasi secara relatif teratur.
Organisasi itu ada untuk mencapai tujuan dan tujuan tersebut biasanya tidak dapat dicapai oleh individu-individu yang bekerja sendiri, melainkan  dicapai secara lebih effisien melalui usaha kelompok.
Organisasi yang akan saya bahas adalah organiasasi kampus, yaitu UKMF LIMAS merupakan sebuah organisasi yang bertujuan untuk mewujudkan kegemaran mahasiswa FISIP UNEJ untuk meneliti fenomena sosial yang terjadi di masyarakat. LIMAS juga memiliki fungsi sebagai wadah pengembangan informasi dan ilmu pengetahuan, wadah untuk melakukan penelitian bagi mahasiswa FISIP UNEJ, wadah pengembangan kemandirian berfikir dan berkreatifitas sesuai dengan bidang ilmunya.
Dari paparan tujuan dan fungsi LIMAS diatas tentu sebuah hal yang membanggakan jika organisasi ini dapat berjalan sesuai dengan tujuan dan fungsinya. Tujuan dan fungsi itu juga dapat dicapai salah satunya dengan proses penelitian, karena Limas sendiri merupakan organisasi penelitian.
Struktur yang digunakan di UKMF LIMAS ini adalah struktur sederhana yang dikatakan sebagai struktur yang tidak rumit, kompleksitasnya rendah, mempunyai sedikit formalisasi, dan mempunyai wewenang yang disentralisasi pada seseorang. Seperti terlihat pada gambar dibawah ini, yang merupakan struktur datar, dengan operating core yang organic dan hampir semua orang melapor kepada seseorang strategic apex dimana kkuasaan pembuatan keputusan di sentralisasi


 







            Pengambilan keputusan pada dasarnya adalah informal, semua keputusan yang penting disentralisasi pada tangan eksekutif senior, yang karena kompleksitasnya, mudah memperoleh informasi yang penting dan bertindak secara cepat jika dibutuhkan. Eksekutif senior tersebut adalah manaje pemilik Fashion Flair. Eksekutif senior pada struktur sederhana secara khas mempunyai rentan kendali yang lebar.
            Kekuatan struktur sederhana terletak pada kesederhanaannya. Struktur ini cepat, fleksibel dan membutuhkan sedikit biaya untuk pemeliharaannya. Tidak terdapat lapisan dari struktur yang rumit, pertanggung jawabnnya jelas, ketidakpastian tujuan minimum karena para anggota dengan mudah dapat mengidentifikasikan diri dengn cepat dengan misi organisasi, dan cukup mudah untuk melihat bgaimana tindakan seseorang member sumbangan terhadap tujuan organisasi.
            Kelemahan yang paling dominan dari struktur sederhana adalah penggunaannya yang terbatas. Jika dihadapkan dengan besaran yang bertambah, struktur tersebut pada umumnya tidak dapat memenuhi kebutuhan, selain itu struktur sederhana mengkonsentrasikan kekuatan di tangan satu orang. Jarang sekali struktur tersebut memberi kekuatan tandingan untuk mengimbangi kekuasaan eksekutif tertinggi, oleh karena itu struktur sederhana mudah sekali mengalah terhadap penyalahgunaan kekuasaan orang yang berkuasa. Konsentrasi dari kekuasaan tersebut, tentunya, dapat bekerja melawan keefisienan dan kelangsungan hidup organisasi. Struktur sederhana sebenarnya telah diuraikan sebagai yang paling beresiko karena bergantung pada kesehatan dan tingkah dari seorang individu. Satu serangan jantung dalam arti sebenarnya dapat menghancurkan pusat pengambilan keputusan organisasi.
            Struktur sederhana efektif jika jumlah pegawai hanya sedikit, kecilnya besaran biassanya berarti kurangnya pekerjaaan yang diulang-ulang pada operating core, dengan demikian standarisasi menjadi kurang menarik. Komunikasi yang teoat adalah komunikasi informal. Selama strukturnya tetap kecil dapat mengawasi semua kegiatan dengan efektif, mengetahui masalah utama, dan menjalankan semua keputusan
            Struktur sederhana juga dapat memenuhi kebutuhan organisasi pada tahun-tahun permulaannya. Organisasi baru tersebut cenderung untuk menerima struktur sederhana, apapun lingkungan atau system tekniknya, karena ia tidak mempunyai waktu untuk mengatur struktur administrasinya.
            Lingkungan yang sederhana dan dinamis cenderung untuk dihubungkan dengan organisasi struktur sederhana yang mendatar dengan pengambilan keputusan yang disentralisasi secara operating core yang organis. Sebuah lingkungan sederhana mudah dipahami ole seorang individu dan dengan demikian memungkinkan individu tersebut mengendalikan pengambilan keputusan secara efektif. Sebuah lingkungan yang dinamis membutuhkan struktur organisasi sehingga dapat bereaksi terhadap kejadan yang tidak terduga.
            Tanpa memperhatikan besaran, jika sebuah organisasi mendadak menghadapi sebuah lingkungan yang bermusuhan, manajemen kemungkinan besar akan berpaling kepada struktur sederhana. Alasan untuk hal tersebut adalah logis. Jika kelangsungan hidup terancam, manajemen puncak ingin mempunyai kontrol. Selanjutnya, karena satu ancaman akan mengacaukan prosedur operasi yang standar, maka SOP (Standard Operating Procedures) mungkin akan ditunda.
            Struktur ini merupakan alat yang sangat baik untuk mengkosentrasikan kekuasaan pada satu tempat tertentu. Jika kita melihat kebanyakan organisasi yang dikelola oleh para pemilik yang bersekala kecil atau menengah maka prediksi tersebut dapat dibenarkan. Manajer-pemilik mempunyai kekuasaan yang cukup besar. Mereka memaksakan kekuasaan tersebut dengan mempertahankan sebuah struktur yang memungkinkan mereka untuk mempunyai kontrol terbesar.
            Kekuasaan dan struktur sedehana kembali berkorelasi jika para anggota organisasi menyerahkan kekuasaan kepada sang chef executive, yang artinya, meskipun eksekutif senior tersebut tidak mencari kekuasaan, jika para bawahan tidak mengiginkan terlibat dalam pengambilan keputusan, mereka mendorongnya kembali kepada eksekutif tersebut. Hasilnya sama seperti jika kekuasaan tersebut dicari oleh si eksektif, pengambilan keputusan hanya disentralisasi pada tingkat  puncak dan organisasi tersebut mempunyai karakteristik sebuah struktur sederhana.
Seperti yang di uraikan diatas bahwa UKMF pada periode yang lalu menggunakan



Program yang di rencanakan tidak terlalu banyak karena Limas merupakan 
AKUU
Reaksi: