TOB

Rabu, 17 Oktober 2012 - Diposkan oleh izudinjosep@gmail.com di 23.32


Teori Organisasi
Organisasi merupakan kesatuan yang dikoordinasikan secara sadar, yang bekerja atas dasar yang secara terus manerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan. Dikoordinasikan dengan sadar mengandung pengertian manajemen, kesatuan sosial berarti bahwa unit itu terdiri dari orang atau kelompok orang yang berinteraksi satu sama lain. Pola interaksi yang diikuti orang di dalam sebuah orgaanisasi tidak begitu saja timbul, melainkan telah dipikirkan lebih dahulu. Karena organisasi merupakan kesatuan sosial, maka pola interaksi para anggotanya harus diseimbangkan dan diselaraskan untuk meminimalkan keberlebihan.
Orang-orang dalam organisasi mempunyai suatu keterikatan yang terus menerus. Rasa keterikatan bukan berarti keanggotaan seumur hidup, melainkan menghadapi perubahan yang konstan di dalam keanggotaan mereka, meskipun pada saat mereka menjadi anggota, orang-orang dalam organisasi berpartisipasi secara relatif teratur.
Organisasi itu ada untuk mencapai tujuan dan tujuan tersebut biasanya tidak dapat dicapai oleh individu-individu yang bekerja sendiri, melainkan  dicapai secara lebih effisien melalui usaha kelompok.

Struktur organisasi
Struktur organisasi mempunyai tiga komponen: kompleksitas, formalisasi, dan sentralisasi

Tingkat sejauh mana sebuah organisasi menyadarkan dirinya kepada peraturan dan prosedur untuk mengatur perilku dari para pegawai disebut  formalisasi.

Sentralisasi mempertimbangkan dimana letak dari pusat pengambilan keputusan, semua masalah2 dialirkan keatas, dan para eksekutif senior memilih tindakan yang tepat.


KOMPLEKSITAS
Kompleksitas mempertimbangkan tingkat diferensiasi yang ada dalam organisasi, termasuk didalamnya tingkat spesialisasi atau tingkat pembagian kerja.

Diferensiasi Horizontal merujuk pada tingkat diferensiasi antara unit-unit berdasarkan orientasi pada anggotanya, sifat dari tugas yang mereka laksanakan, dan tingkat pendidikan serta pelatihannya. Semakin banyak jenis pekerjaan yang ada dalam organisasi yang membutuhkan pengetahuan dan keterampilan yang istimewa, semakin kompleks pulaorganisasitersebut

Diferensiasi Vertikal merujuk pada kedalaman struktur, diferensiasi meningkat, demikian pula kompleksitasnya, karena jumlah tingkatan hierarki di dalam organisasi bertambah. makin banyak tingkatan yang yang terdapat diantara top management dan tingkat hierarki yang paling rendah, makin besar pula potensi terjadinya distorsi dalam komunikasi, dan makin sulit mengkoordinasi pengmbilan keputusan dari pegawai manajerial, sserta makin sukar bagi top managemen untuk mengawasi pegawai kegiatan bawahannya.

Rentang Kendali menetapkan jumlah bawahan yang dapat diatur dengan efektif oleh seorag manajer. Jika rentannya lebar, pada manajer akan mempunai banyak bawahan yang melapor kepadanya. Jika sempit, para manajer hanya mempunyai sedikit bawahan, jika hal-hal lainnnya dianggap sama, maka makin kcil rentangnya, akan makin tinggi organisasinya.

Diferensiasi Spasial organisasi dapat melakukan aktivitaas yang sama dengan tingkat diferensiasi horizontal dan pengaturan hierarki yang asma di berbagai lokasi. Tetapi keberadaan berbagai lokasi tersebut meningkatkan kompleksitas. Oleh karena itu, elemen ketiga dalam kompleksitas adalah diferensiasi spasial, yang merujuk pada tingkat sejauh mana lokasi dari kantor, pabrik, dan personalia sebuah organisasi tersebar secara geografis.

Pentingnya Kompleksitas
Organisasi terdiri dari subsistem yang membutuhkan koordinasi, komunikasi dan control agar dapat efektif. Maka makin kompleks sebuah organisasi, makin besar kebutuhannya akan alat komunikasi, koordinasi, dan control yang efektif.  Dengan kata lain, jika kompleksitas meningkat, maka akan demikian juga halnya dengan tuntutan terhadap manajer untuk memastikan bahea aktivitas-aktivitas yang dideferensiasi dan disebar bekerja dengan mulus dan secara bersama ke arah pencapaian tujuan organisasi



Formalisasi
Merupakan tingkat sejauh mana pekerjaaan didalam organisasi itu distandariasikan. Jiika sebuah pekerjaan sangat diformalisasikan, maka pemegang pekerjaan itu hanya mempunyai sedikit kebebasan mengenai apa yang harus dikerjakan, bilamana mengerjakannya, dan bagaimana ia harus melakukannya. Para pegawai dapat diharapkan untuk selalu menangani masukan yang sama dengan cara yang sama dan menghasilkan keluaran yang sama dengan caraa yang sama dan menghasilkan keluaran yang sama dan konsisten.

Hubungan formalisasi dan komplekitas
JIka peegawai melaksanakan tugas yang sempit, berulang, dan khusus, maka pekerjaan rutin mereka cenderung untuk distandardisasi dan sejumlah peraturan mengatur periaku mereka. Mpara pekerka di lini rakit malakukan pekerjaan yan sangat dispesialisasi dengan tingkat rutinitas yang distandarisasi serta banyak sekali peraturan formal dan prosedur yang harus diikuti. Dilain pihak, kita jumpai kasus kompleksitas yang tinggi yang dikaitkan dengan formalisasi yang rendah, misalnya seorang spesialis yang sangat terlatih atau seorang professional tidak membutuhkan banyak peraturan. Formalisasi yang tinggi pada kegiatan demikian hanya akan menciptakan control berkebihan.

Sentralisasi
-Merupakan keputusan diambil didalam organisa yaitu ditingkat paling puncak oleh manajemen senioratau bawahan dimana para pengambil keputusan berada paling dekat dengan tempat kejadian.
-Merupakan hal yang paling problematic dari ketiga kompponen. Kebanyakan teoritikus menyetujui bahwa istilah tersebut merujuk kepada tingkat dimana pengambil keputusan dikosentarasikan pada suatu titik tunggal didalam organisasi. Kosentrasi yang tinggi menyatakan adanya sentralisasi yang tingi, sedangkan kosentrasi yang rendah menunjukkan sentralisasi yang rendah atau yang disebut desentralisasi.
-Sentralisasi memperhatikan penyebaran kekuasaan untuk membuat keputusan dalam organisasi, bukan penyebaran secara geografis. Namun diluar batas ini segalanya menjadi kurang jelas.

Sistem informasi yang canggih akan mengubah struktur organisasi.

Pengambilan keputusan dan sentralisasi
Para manajjer dimanapun mereka tempatnya dalam organisasi membuat keputusan. Seorang manajer biasanya harus membuat pilihan mengenai tujuan , alokasi anggaran, personalia, cara melaksanakan pekerjaan, dan cara memperbaiki keefektifan unitnya. Pentingnya pengetahuan mengenai kekuasaan dan rantai komando bagi pemahaman sentralisasi, sama pentingnya dengan kesadaran akan prosea pengambilan keputusan. Tingkat pengawasan yang dimiliki seseorang terhadap keselurruhaan proses pengambilan keputusab itu sendiri merupakan ukuran sentrallisasi.


Teknik-teknik formalisasi yang paling populr adalah proses seleksi (untuk mengidentifikasi para individu yang akan cocok dengan organisasi) persyaratan peran; peraturan, prosedur, dan kebijakan: pelatihan dan mengatur agar para pegawai menjalani ritual untuk membuktikan loyalitas dan komitmrn mereka terhadap oranisasi

Tingkat control yang dimiliki seseorang dalam seluruh proses pengambilan keputusan dapat digunakan sebagai sebuah ukuran mengenai sentralisasi, kelima langjah ini adalah:
-mengumpulkan informasi untuk diteruskan kepada pengambil keputusan mengenai apa yang dapat dilakukan
-memproses dan mengintepretasikkan informasi tersebut  untuk member sarn kepada pembuat keputusan mengena apa yang dapat dilakukan
-membuat pilihan mengenai apa yang hendak dilakukan
-memberi wewenang kepada orang lain mengenai apa yang hendak dilakuakan
-melaksanakannya
Pengambilan keputusan akan disentralisai jika pengambil keputusan dapat mengendalikan semua langkah tersebut diatas.

Desentralisasi mengurangi kemungkinan terjadinya beban informasi yang berlebihan, member tanggapan yang cepat terhadap informasi yang baru, member masukan yang lebih banyak baagi sebuah keputusan, mendorong terjadinya motivasi, dan merupakan sebuah alat yang potensial untukk melatih para manajer dalam mengembangkan pertimbangan yang baik. Sebaliknya, sentralisasi menambah suatu perspektif yang menyeluruh terhadap keputusan-keputusan dan dapat memberikan efisiensi yang berarti.

STRATEGI
-Pandangan awal tentang apa yang menentukan struktur adalah tujuan serta strategi organisasi . struktur hanya dilihat sebagai suatu cara rasional untuk membantu pencapaian tujuan tersebut, akhir-rkhir ini strategi ditawarkan sebagai salah satu variable yang berlomba-lomba untuk menjadi mahkota dari determinan yang utama dari struktur.
-Strategi ditetapkan sebagai sesuatu yang mencakup tujuan jangka panang sebuah organisasi ditambah dengan arah tindakan yang akan cara kea rah pencapaiannya. Untuk sebagian orang hal tersebut dilihat sebagai yang direncsnsksn dimuka, orng lain melihatnya ebagai sesuatu yang berkembang dalam kurun waktu tertentu sebagai sebuah pola daam sebuah arus keputusan yang bermakna.
-Chandler telah mempelajari hampir seratus perusahaan terbesar di amerika dan berkesimpulan bahwa “struktur mengikuti straategi”. Meskipun terdapat dukungan yang cukup besar bagi tesis terebut, keterbatasan dakam penelitiannya membatasi generalisasi yang luas dari penemuan-penemuannya
-miles dan snow menawarkan empat kategori tipologi strategi struktur yang memungkinkan dibuatnya prediksi strukturaal tertentu. Analisis perusahaan-perusahaan besar dalam industry rokok memastikan kemampuan prediktif tipologi tersebut
-porter mengajukan bahwa organisasi dapat mengejar salah satu dari empat buah strategi: cost leadership, differentiation, focus dan stucj in the middle. Prediksi strukturak tertentu dapat dibuat bagi dua strategi pertama
-miller memperkenalkan sebuah kerangka kerja strategi yang terdiri atas empat dimensi-inovasi, diferensiasi pemasaran, breadth, dan pengendalian biaya yang mengintegrasikan kerya chandler, mikes dan snow, dan porter.
-serangan terhadap strategi imperative pada umumnya  difokuskn pada 3 fakot:
-,kebebasan manajrial atas perubahan strategi mungkin lebih sedikit dari yang dikatakan
-,jika tingkat persaingan rendah, maka ketinggalan tersebut dapat mengakibatkan interaksi antara strategi dan struktur terlihat sebagai hampir tidak berhubungan
-,struktur dapat menentukan strategi ketimbang sebaliknya
-industri tempat berorientasinya organisasi dianggap sebagai factor penting yang mempengaruhi strrategi dan oleh karenanya, strktur. Industry berbeda-beda dalam hubungannya dengan kemungkinan pengembangganya, kendala peraturan pemerintah, hambatan untuk memasuki industry tersebut, dan sebagainya, kebanyakan perusahaan dalam sebuah industry tertentu mempunyai kesamaan dalam karakteristik tersebut. Hasilnya adalah bahwa perusahaan dalam kategori-kategori industry cenderung mempunyai struktur sama.

Besaran organisasi adalah sebagai jumlah keseliruhan pegawai. Argumentasi-argumentasi yang kuat mengemukakan bahwa besaran adalah determinan utama dari struktur, tetapi argumentasi ini tidak sepi dari kritik
-Teori organisasi didasarkan pada kajian yang dibuat khusus mengenai organisasi ukuran menengah dan besar. Perusahaan kecil menghadapi masalah yang berbeda dan mempunyai prioritas yang berbeda dalam hubungannya dengan peranan konsep TO. Selain adanya fakta bahwa perusahaan kecil mempunyai karakter TO yang berbeda, manajer mereka mempunyai pilihan struktur yang lebih tebatas.

Teknologi dan kompleksiitas
Menunjukkan bahwa teknologi rutin positif berhubungan dg kompleksitas yang rendah, makin besar rutinitas, maka makin sedikit pelatihan yang didapat para professional. Hubungan tersebut akan lebih mungkin berlaku bagi aktivis pegawi bagian pemeliharaan dan rentang kendali para supervisor tingkat pertama.

Teknologi dan formalisasi
Saling berhubungan

Teknologi dan sentralisasi
Membuahkan hasil yang tidak konsisten. Argumentai yang logis adalah teknologi rutin akan di hubungkan dengan strktur yang disentralisasi, sedangkan teknologi yang n0n rutin, yang akan lebih banyak menyadarkan diri pada pengetahuan seorang spesialis, akan dicirikan oleh wewenang pengambilan keputusan yang didelegasiakan. Posisi tersebut mendapat dukungan.

Karakteristik
-spesialisasi rendah

aku
Reaksi: