PERENCANAAN PEMBANGUNAN

Minggu, 05 Januari 2014 - Diposkan oleh izudinjosep@gmail.com di 23.49
STRATEGI  PEMBANGUNAN (SWOT ANALYSIS)
Oleh: Drs. Abdul Kholiq Azhari M.Si
Visi Evolusi Masyarakat Menurut Rostow (1960)
- Masyarakat tradisonal
- Masyaraat transisi
- Tinggal landas
- Maturitas
Swot Analysis Approach (Pendekatan Analisis SWOT)
SWOT Analysis dikenal dengan analisis internal dan eksternal adalah salah satu alat utk melihat, mengetahui, menilai dan menentukan posisi organisasi atau posisi diri yg memberikan gambaran dan jawaban atas pertanyaan Where We are (WWA) ?
Pendekatan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) diharapkan memberi gambaran komprehensif menyangkut kompleksitas masalah yg dihadapi
Analisis Internal
1. Kekuatan  (strengths)
            a. .........
2. Kelemahan (weaknesses)
            a. .........
Analisis Eksternal
1. Peluang (opportunities)
            a. .........
2. Ancaman (threats)
            a. .............
DIAGRAM SWOT ANALYSIS
                                                   O
                 II                                                   I
W                                                                                            S
                  III                                                  IV
                                              
                                                       T
POSISI PADA KUADRAN
Kuadrand  I :
DIAGRAM SWOT ANALIYSIS
                                                                                
                     STABILITY           II            O             I                         GROWTH
                                          II A                                I B
           II B                    Aggresive              table Growth                         I A
       Selective                Mantenance        Strategy                 Rapid Growth    Mantenance                                                                                Strategy
W                                                                                    s                                                                                     
                                                                                                                    
     Turn Arround                                                                     Conglomerate    
     Strategy                              III B               IV  A                 Diversification  
                                                                                                           Strategy
        III A                                Guerilla             Concentric                             IV B
                                            Strategy              Diversifcation Strategy
       SURVIVAL            III                    T                IV       DIVERSIFICATION                         
    
                                                                                      
                                                                          T    
Fungsi Manajemen
- POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) (Terry, 1961)
- POASCO (Planning, Organizing, Assembling Resources, Supervising, Controlling) (Newman, 1963)
- POSDCORB (Palnning, Organizing, Staffing, Directing, Coordinating, Reporting, Budgeting) (Gulick, 1937)
Definisi Planning
Is  the selecting and relating of fact and the making and using of assumption regarding the future in the visualization and formlation of proposed activities belived necessy to achieve desired result (George R. Terry)
(adalah upaya untuk memilih dan menghubungkan fakta-fakta dan membuat serta menggunakan asumsi-asumsi mengenai masa depan yang akan datang dengan jalan menggambarkan dan merumuskan kegiatan-kegiatan yang diperlukan untuk mencapai hasil yang diinginkan.
Pergeseran Paradigma Pembangunan
- Proses mental seseorang atau masyarakat membentuk realita sosial, bahwa kesadaran seseorang atau masyarakat mewarnai persepsi mereka terhadap realita, dapat menjadi explanatory variable mengapa konsep pembangunan begitu multi-interpretable.
- Melalui mata rantai pemithosan dan demisifikasi paradigma pembangunan, terjadilah pergeseran paradigma pembangunan.
- Paradigma pembangunan pada waktu tertentu menjadi acuan nasonal, dapat saja mengalami proses demistifikasi, sementara paradigma-paradigma baru timbul mengantikannya.
- Melalui proses itu timbullah pergeseran-pergeseran paradigma pembangunan yang merentang dari paradigma pertumbuhan atau  paradigma ekonomi murni, paradigma kesejahteraan, paradigma neo-ekonomi, paradigma dependencia sampai keparadigma pembangunan manusia.
Meniru Kemajuan Negara Maju
- Kecenderungan negara berkembang meniru negara maju (demontration effect) dgmengambil unsur yang baik dari berbagai paradigma  (fusion effect) yang oleh negara-negara maju dicapai berabad-abad, hanya dalam beberapa dasawarsa ikut mempercepat tempo pergeseran paradigma pembangunan
Definisi Pembangunan
- Suatu usaha atau rangkaian usaha pertumbuhan dan perubahan yang berencana dan dilakukan scr sadar oleh suau bangsa, negara dan pemerinta menuju modernitas dalam  rangka pembinaan bangsa (nation building) (Siagian, 1994)
- Suatu proses perubahan kearah yang lebih baik melalui upaya yang dilakukan secara terencana (Ginanjar Kartasamita, 1994)
- Pembangunan sebagai perubahan
Perencanaan Pembangunan
- Perencanaan pembangunan memberikan arahan bagi kebijakan melalui terjemahan dari tujuan umum pembanguan kedalam target-target fisik dan sasaran spesifik bagi kegiatan ekonomi sosial (Albert Waterston)
- Suatu poses perumusan alternatif-alternatif atau keputusan-keputusan yg didasarkan pada data-data dan fakta-fakta yg akan digunakan sbg bahan utk melaksanakan suatu rangkaian kegiatan/aktivitas kemasyarakatan, baik yang bersifat fisik (material) maupun nonfisik (mental dan spiritual) dalam rangka mencapai tujuan yang lebih baik
Perencanaan Pembangunan Tahap Awal Proses Pembangunan
- Perencanaan pembangunan akan menjadi bahan/pedoman/acuan dasar bagi pelaksanaan kegiatan pembangunan (action plan).
- Perencanaan pembangunan hendaknyabersifat implementatif (dapat dilaksanakan dan aplikatif atau dapat diterapkan)
- Perencanaan pembangunan bertumpu pada hasil penelitian dan  data
STRATEGI PERENCANAAN  PEMBANGUNAN
Tipe-Tipe Perencanaan Pembangunan dan Penerpannya
SISTEM KAPITALIS (free private system)
  Suatu sistem dimana mekanisme pasar lebih diutamakan
  Perencanaan pembangunan tidak dibuat secara terpusat oleh pemerintah
  Pembangunan disektor ekonomi hanya direncanakan oleh perusahaan swasta
  Negara atau pemerintah hanya menjaga keamanan, pertahanan, pengadilan, penarikan pajak dan mengatur kebijakan moneter 
Fungsi Pemerintah
  1. Mengambil langkah-langkah yg tepat agar permintaan agregatif tidak terlalu kecil atau terlalu besar sehingga terhindar dari resesi dan inflasi yang akan menyebabkan terjadinya pendirian/mendirikan lembaga kredit dan moneter dan menerapkan kebijakan fiskal sesuai sikon
  2. Mencegah pemusatan monopoli, karena mengganggu mekanisme pasar.  Jika terganggu sumber-sumber ekonomi tdk dpt dimanfaatkan scr efisien menyebabkan terjadinya kebijakan anti monopoli
  3. mengambil lankah-langkah bagi pemenuhan kebutuhan masyarakat untuk taman umum, jalan raya, pendidikan dsb.
SISTEM SOSIALIS (planning by direction)
  Sumber-sumber ekonomi dan kehidupan diatur scr sentral oleh pemerintah melalui perencanaan terpusat
  Dianut planning by direction
  Ada badan perencanaan pusat yg merumuskan suatu rencana scr komprehensif yg berkaitan dg masalah what, how and how much,when, where, who,  bagaimananya
  Tujuan sosialisme : menyangkut aspek permintaan agregatif, full employment, pemenuhan permintaan masyarakat, alokasi faktor-faktor produksi, distribus pendapatan nasional, jumlah akumulasi modal atau pembangunan ekonomi yg diatur dan diawasi oleh badan tsb scr  terpusat
SISTEM CAMPURAN
  Lembaga-lembaga produksi dimiliki oleh swasta tetapi mendapat kontrol dan pengendalian dari pemerintah
  Paduan antara kebebasan ekstrim dengan pengendalian kolektif dapat diidentifikasi :
            a. Pemerintah memanfaatkan tabungan dalam negeri dan sumberdaya keuangan dari luarnegeri utk membiayai proyek-proyek investasi pemerintah dan memobilisasi serta sebagai saluran sumberdaya langka yg dialirkan kedaerah-daerah yg diharapkan menjadi kotribusi bagi realisasi  PJP
            b. Kebijakan perpajakan, prizinan, quota, kebijakan harga dan upah  utuk menstimulir, mengatur dan mengendalikan aktivitas ekonomi sektor swasta agar terjamin hub harmois atr keinginan usahawan dg tujuan sosial pemerintah pusat


KONSEP PEMBANGUNAN
Tiga konsep awal pembangunan;
Konsep Pusat Modernisasi
- Kota-kota besar atau kota utama (primate cities) merupakan tempat atau pusat  modernisasi
- Kota-kota besr berfungsi menjdi katalistor pembangunan bagi daerah-daerah lain
- Investasi pembangunan harus diprioitaskan dikota-kota besar
- Kota-kota besar merupakan tempat penting bagi perubahan kebudayaan
- Kota-kota besar lebih mudah menerima perubahan yang mempercepat pembangunan ekonomi, pendidikan, berdirinya perushaan, administrasi negara dan inovasi teknologi
- Besarnya harapan utk menjadikan kota besar sbg pusat pembangunan, maka semua kekayaan  atau hasil-hasil yg ada didaerah diserahkan kekota-kota besar utk diprgunakan bagi pembangunan kota besar
- Hasil pembangunan akan mengalir keluar kota, kedaerah-daerah scr merata
- Konsep pembangunan ini – Trickle down effect dari pembangunan yg dimulai dari kota-kota besar.
- Model ini senada dg model pembangunan ;dari atas” (development from above) dari teori ekonomi Klasik dengan top-down strategy.
Rondinelli menamakan konsep ini sbg  Traditional Spatial Development Models
Konsep Pusat Kemiskinan
- Konsep pembangunan yang diulai dari desa dengan anggapan masyarakat miskin berada di desa
- Pembangunan harus dimulai dari  “bawah” dengan bottom up strategy dg menekanan pada kemampuan sendiri dan tidak menggantungkan pada pihak lain
- Diharapkan konsep ini dapat  menghilangkan kemikinan
- Jika kemiskinan sudah tidak ada, maka keseimbangan desa dengan kota dapat tercapai
Konsep Keseimbangan
- Konsep ini  melihat adanya kelemahan dari kedua konsep tersebut, sehingga dianggap lebih proporsional
- Kelemahan konsep modernisasi berawl dari penekanan pembangunan dikota besar dengan trickle down effect yang menjadi daya tarik masyarakat yg inggal di desa
- Akibatnya timbul adanya ketimpangan kawasan (spatal in equalities) – masalah urbanisasi yang  menjadi berbalik menghambat pertumbuan ekonomi daerah
- Pusat kemiskinan  - kota membutuhkan peningkatan taraf  hidupmasyarakatnya
- Masalahnya bukan overurbanized tapi pola pembangunan kawasan atau kawasan pembangunan (a pattern of spatial developmen)
- Tidak dilihat dari adanya rate of economic growth dan income perkapita saja tapi the type of growth –manfaat maksimal dan seimbang
- Pembangunan tidak hanya penciptaan gaya hidup modern saja tapi dapat mengatasi masalah kemiskinan
Analisis Perencanaan Pembangunan Daerah Berorientasi Tujuan Dengan
Metode ZOPP
- Zielorientiere  Projektplanning (ZOPP) – metode perencanaan proyek yang berorientasi pada tujuan yang dikembangkan di Jerman
- Diperkenalkan di Indoesia oleh GTZ  dalam proses perencanaan pembangunan daerah
- Salah satu prinsipnya mengedepankan pertemuan kelompok (musyawarah) dalam proses perencanaan daerah
Prinsip-Prinsip  Dasar Metode ZOPP (Jochen Lochmeier, 1995)
- Dikembangkan dari konsep-konsep Managemen By Obyective (MBO) dan pendekatan Kerangka Kerja Logis (Logical Framework  approach/LFA)
- Terdiri elemen-elemen analisis tambahan seperti analisis partispasi, analisis masalah, analisis tujuan, analisis alternatif dan menggabungkannya dengan tekik-teknik partisipasi dan visualisasi/dokomentasi dari sumber yg faktual
- Mengklarifikasi perbedaan-perbedaan peran dan fngsi dari stakeholders pada basis-basis kapasitas dan kompetensi aktual
- Menemkan strategi pelaksanaan pada basis analisis situasi secara mendalam yg menghunkan kebutuhan dg kelompok sasaran potensial,membawanya  perhitungan diferensiasi jender
- Memberikan pedoman yg jelas mengenai pengelolaan proses perubahan di dalam fase siklus kehidupan proyek yang berbeda
- Dan digunakan scr flekibel dan dibawa dalam kondisi faktual dan kebutuhan administratif dari penggunanya
- Terbuka untuk metode-metode tambahan yang mungkin diperlukan : Costs-Benefits Analysis, Participatory Rural Appraisal
Inti Metode ZOPP – Matrik Perencanaan Program (MPP)
Kenapa                        : Program perlu dibuat
Apa                             : Yang ingin dihasilkan oleh program- program tersebut.
Bagaimana                  :  program akan bekerja untuk mencapai hasil-hasil yg diinginkan tsb.
Yang mana                  :  Faktor-faktor lingkungan yang mana saja yg perlu diawasi demi keberhasilan program
Bagaimana                  :  Keberhasilan program dapat dinlai scr obyektif
Dari mana                    :  Data-data diperoleh utk menghasilkan program secara obyektif
ANALISIS RENCANA PROGRAM GERAKAN JEMBER MELEK HURUF MENGGUNAKAN METODE ZIELORIENTIERTE PROJEKTPLANNING (ZOPP)
Analisis masalah
Masalah yang kami angkat disini adalah tentang besarnya angka buta huruf di kota jember. Padahal Bila kita lihat, sebenarnya jember adalah kota dimana terdapat banyak orang-orang yang berpendidikan tinggi karena mengingat kota Jember memiliki Universitas Negeri dan beberapa Universitas swasta. Namun di samping itu semua, terdapat satu kenyataan bahwa kota Jember adalah Kota dengan  presentase buta huruf terbesar di Jawa Timur. Kenyataan tersebut sangatlah mengiris hati masyarakat Jember. Bahkan di tengah-tengah kota, tepatnya di Jalan Jawa VII yang notabene adalah Jalan yang berada tepat di belakang Kampus Universitas Jember terdapat banyak masyarakat yang buta huruf.
Jika kita kaji lebih dalam besarnya angka buta huruf di kota Jember merupakan lingkaran setan. Lingkaran setan dalam hal ini berarti siklus yang menyebabkan suatu masalah itu tidak ada ujungnya / tidak bisa diselesaikan dan akhirnya berkutat pada kondisi-kondisi yang sama sehingga seperti lingkaran. Maka dari itu masalah buta huruf merupakan salah satu variabel yang terdapat dalam lingkaran setan itu. Lalu yang menjadi pertanyaan adalah mengapa Buta huruf disebut-sebut sebagai salah satu variabel yang terdapat pada lingkaran???
            jawabannya adalah karena besarnya angka buta huruf  merupakan salah  satu indikator rendahnya pendidikan pada suatu daerah. Rendahnya pendidikan akan berdampak pada saat mencari kerja nanti. Akibatnya orang-orang dengan pendidikan yang rendah/buta huruf akan  menjadi pengangguran karena tempat-tempat kerja akan mencari orang-orang yang berkompeten dan mempunyai pendidikan yang memadai.
Dengan begitu, maka orang yang buta huruf/berpendidikan rendah akan dekat sekali dengan pengangguran, sedangkan pengangguran akan berdampak pada kemiskinan, kemiskinan sendiri akan berdampak pada angka harapan hidup yang rendah, dan rendahnya angka harapan hidup itu sendiri akan berdampak pada rendahnya tingkat pendidikan bahkan sampai berdampak pada tidak mengenyamnya pendidikan sama sekali/tidak sekolah sama sekali. Hal ini akan berdampak pada besarnya buta huruf dan buta huruf itu sendiri akan mengakibatkan masalah-masalah seperti di atas dan tidak ada ujungnya. Akhirnya kejadian seperti inilah yang disebut dengan lingkaran setan dimana buta huruf merupakan salah satu faktor yang berada di dalamnya.  
TUJUAN analisis
Tujuan merupakan utama dibentuknya organisasi ataupun lembaga Gerakan jember melek huruf (GJMH) adalah suatu program yang dibentuk dengan bertujuan untuk meminimalisir jumlah angka tingkat buta huruf yang ada dikabupaten jember. Untuk mengukur tercapainya suatu tujuan maka diperlukannya target-target ataupun hasil yang harus dicapai. Dalam mencapai hasil juga harus dilakukan sebuah tindakan ataupun upaya untuk mencapai hasil tersebut.
Tujuan utama:
·         Meminimalisir jumlah angka tingkat buta huruf yang ada dikabupaten jember
Hasil
·         Menargetkan 90% dari jumlah masyarakat buta huruf di usia produktif sudah bisa membaca dan menulis
·         Menjadikan masyarakat yang berpartisipatif terhadap program-program pemerintah
·         Meningkatkan kesejahteraan masyarakat
·         Meningkatkan kualitas SDM yang unggul
Tindakan
·         Menjalin kerjasama dengan lembaga pemerintah seperti dinas social, dinas pendidikan dan kebudayaan
·         Menjalin kerjasama dengan pihak atau lembaga NGO
·         Melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang buta huruf melalui komunikasi lisan lewat tokoh masyarakat
·         Melakukan sosialisasi tentang program gerakan jember melek huruf pada masyarakat luas melalui media sosial agar masyarakat ikut berpartisipatif
·         Merekrut sukarelawan untuk ditempatkan ditempat-tempat tertentu sebagai tenaga pendidik
·         Mendata dan mengumpulkan semua masyarakat yang buta huruf
·         Membentuk rumah baca disetiap tempat tertentu yang dianggap perlu
·         Memberikan pendidikan nonformal kepada masyarakat buta huruf, dll.
Reaksi: